BONEK PERSENGA

slamat datang para bonek,bonita,supermania,ataupun supermanita.................
bonek-supermania 1 hati sampai mati....

SUPERMANIA
LOYALITAS TANPA BATAS
SELALU DUKUNG PERSENGA NGANJUK

Laman

Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 02 Mei 2010

Aremania-Bonek Berdamai untuk Indonesia!

Selasa, 16 Februari 2010

Aremania-Bonek Berdamai untuk Indonesia!



Lisa Johnson, pelajar asal Australia yang meneliti peran olahraga bagi identitas warga Malang menemukan bahwa Aremania memiliki potret buruk dalam sejarah sepak bola Indonesia. National Geographic Indonesia pada edisi piala dunia 2006 juga menyebutkan, pada masa awal terbentuknya suporter Arema (era Galatama atau akhir medio 80an), di Malang terbentuk geng-geng yang saling menyerang sesama suporter Arema demi mendapatkan gengsi semu. Namun pada era 90an, saat pionir geng-geng tersebut menjadi golongan tua, timbul kerisauan akan keadaan ini. Mereka melakukan gerakan radikal dengan mempersatukan seluruh suporter demi menciptakan perdamaian di kota Malang. Saat itulah Aremania lahir.

Istilah bonek muncul dari gagasan Jawa Pos pada tahun 1989 untuk menjuluki para suporter Persebaya yang nekat berangkat ke Jakarta demi mendukung tim kesayangannya. Gerakan ini adalah benih revolusi suporter elit dan loyal di jagad sepakbola Indonesia. Suatu hal yang patut diapresiasi tentunya. Namun kenekatan tersebut kadang menyimpang dari nilai-nilai kebaikan. Para Bonek ini tak jarang melakukan penjarahan dengan motif nekat mendukung Persebaya. Perilaku seperti ini menyebabkan banyak pihak yang memusuhi Bonek, termasuk suporter Persib Bandung, Viking dan suporter PSIS Semarang. Tapi yang terjadi selanjutnya justru mencengangkan: Bonek berdamai dengan kedua suporter tersebut! Sungguh perubahan yang menyejukkan tentunya.

Dari sejarah Aremania dan Bonek dapat kita petik suatu fakta bahwa mereka memiliki semangat untuk berdamai dan memberikan sumbangsih bagi Indonesia dan PSSI khususnya. Baik Arema maupun Persebaya pernah merasakan pahitnya hukuman tidak fair dari badan tertinggi urusan sepak bola di Indonesia itu. Bisa dibayangkan bila mereka bersatu dan melakukan gerakan koreksi bersama terhadap industri sepak bola nasional. Lebih dari itu, sebagaimana dinyatakan Jay Coakley dalam buku Sport and Society bahwa olahraga dapat merubah tatanan sosial dan memberikan dinamika baru di tengah masyarakat, taraf kehidupan warga Malang dan Surabaya dapat membaik.
Perwakilan Bonek disambut Aremania pada Jambore Suporter 2007. Perdamaian ini rupanya belum menjamin perubahan di beberapa tahun kemudian.

Mereka adalah kekuatan besar yang tidak berdasar pada keinginan material dan politis. Mereka hanya ingin menyaksikan sepak bola yang indah tanpa skenario. Semoga perdamaian Bonek-Aremania segera terwujud!

Kamis, 29 April 2010

Persebaya Gantikan Persib jadi Tuan Rumah

Gantikan Persib jadi Tuan Rumah

Fokus Persebaya kian bertambah. Usai lolos ke babak 16 Besar Piala Indonesia, Surabaya kembali ditunjuk sebagai tuan rumah untuk Grup K menggantikan Persib Bandung yang terganjal ijin keamanan dari kepolisian.

Bersama Maung Bandung, Persebaya harus berebut dua tiket ke babak selanjutnya bersama Bontang FC dan satu-satunya wakil dari Divisi Utama, Persibo Bojonegoro. Pertandingan sendiri rencananya diawali mulai 7-13 Mei. Hanya saja, konsentrasi itu terancam pecah.

Pasalnya, hanya berselang tiga hari John Tarkpor dkk harus melawat ke tanah Papua. Yakni melawan Persipura Jayapura (16/4) dan Persiwa Wamena (19/4) dalam kompetisi reguler. Padahal, Persebaya sendiri juga tengah berjuang untuk bertahan di Indonesia Super League mendekati akhir musim kompetisi. Termasuk target mendapat poin di tur away Papua nanti.

Menurut pelatih Persebaya Rudy Keeltjes, tak masalah timnya berada di grup mana. Sebab Persebaya tak punya target khusus di Piala Indonesia 2010. “Kita lebih fokus ke Liga Super. Bagaimana caranya tim ini bisa lolos dari degradasi,” tandasnya.

Peluang lolos ke babak delapan besar memang sangat terbuka. Sayang seandainya Persebaya gagal memaksimalkan kans itu. Apalagi, dengan aturan berbeda termasuk penggunaaan tiga pemain asing di Piala Indonesia, bisa memberi ruang pada pilar kedua Green Force yang jarang mendapat tempat di tim ini. pfc

Hasil Drawing 16 Besar Piala Indonesia:

Grup J

1.Sriwijaya FC

2.PSMP Mojokerto

3.Persija

4.Persisam

Grup K

1.Persib Bandung

2.Persibo Bojonegoro

3.Persebaya

4. Bontang FC

Grup L

1.Arema

2.Persidafon

3.Pelita Jaya

4.Persela

Grup M

1.Persipura

2.Persikabo Bogor

3.Persik

4.PSM Makassar

Persebaya Menang WO

Persebaya Menang WO

Armada Green Force tetap menuju ke Stadion Mandala Kridha Yogyakarta Kamis (29/4) sore kendati pertandingan lanjutan lawan Persik Kediri batal digelar. Langkah itu terpaksa dilakukan untuk memenuhi standar pertandingan. Meski tidak bermain, Persebaya khawatir jika tidak datang justru memberikan resiko lain yang merugikan tim di belakang hari.

Sebab, Persebaya sudah mengalami dua kali persoalan yang nyaris sama. Yakni ketika melawat ke kandang Persija dan Persitara. Menurut manajer Saleh Ismail Mukadar, kehadiran di Mandala Kridha bisa jadi celah untuk menuntut ke PT Liga Indonesia (PT LI) memberi kemenangan walk over (WO).

Jika tuntutan itu tidak dikabulkan, dokumentasi kehadiran tim bisa dijadikan bahan tuntutan dan tidak sekedar mengandalkan masukan dari perangkat pertandingan ataupun panpel Persik. Yang ujung-ujungnya, bisa membatalkan kemenangan WO atas Persik.

“Memang aksi ini terkesan berlebihan. Apalagi, kami sudah tahu pertandingan dibatalkan. Namun, kami tetap harus datang sebagai bukti bahwa Persebaya siap bermain,” kata Saleh.

Sebenarnya, dari sisi aturan pemindahan venue pertandingan dari Kediri ke Yogyakarta sudah melanggar. Apalagi, pemberitahuan itu baru keluar (26/4) malam. Manual liga sendiri menyebutkan, tujuh hari sebelum kick off panpel sudah harus kantongi ijin keamanan dari pihak kepolisian.

Nyatanya, usai tidak mendapat izin menyelenggarakan pertandingan di Kediri (20/4), permohonan untuk menggunakan Stadion Mandala Kridha baru tiba di panpel Yogyakarta 6 hari berselang. Praktis, dengan hanya menyisakan dua hari sebelum pertandingan, izin dari pihak keamananan gagal diperoleh.

Dalam kasus serupa, PT LI pernah menetapkan Persiwa Wamena sebagai pemenang setelah Persija gagal menggelar pertandingan. Di manual liga sendiri tercantum dua minggu sebelum pertandingan digelar, Panpel tuan rumah yang bersangkutan, sudah harus mengantongi izin keamanan. Jika dalam batas waktu tersebut tak kunjung mendapat izin, tuan rumah dikenakan sanksi kekalahan 0-3.

Bagi Persebaya sendiri, tidak ada alasan PT LI tidak memberikan kekalahan WO pada Persik. Pasalnya, pembatalan pertandingan ini murni karena ketidak mampuan Panpel Persik menyelenggarakan pertandingan.

“Aturannya sudah jelas, dan tidak ada alasan lagi bagi PTLI, untuk tidak memberikan kemenangan pada kami. Jika nanti mereka minta dilaksanakan di lain hari, kami akan menolak,” tegasnya. pfc

bonek viking 1 hati 1 nyali

Melihat sejarah, VIKING dan BONEK adalah pendukung sejati dari klub perserikatan yang sudah menjadi musuh bebuyutan dari sejak jaman perserikatan, yaitu PERSIB dan PERSEBAYA. Dilihat dari kacamata awam, tidak mungkin pendukung sejati yang berani mati demi mendukung timnya bisa bersahabat bahkan bersaudara dengan pendukung sejati yang sama-sama berani mati demi mendukung tim musuh bebuyutan. Tetapi ternyata VIKING dan BONEK membuktikan bahwa mereka bisa. Persaudaraan mereka dilandasi perasaan senasib dimana mereka selalu dijadikan bahan hujatan dan pendiskreditan dari masyarakat sepakbola nasional. Bahkan pers nasional pun paling senang apabila ada kerusuhan di partai yang melibatkan PERSIB atau PERSEBAYA karena bisa dijadikan headline dan sudah jelas pihak mana yang akan disalahkan.

Sejak dulu VIKING dan BONEK diidentikkan dengan kerusuhan. Istilahnya dimana ada pertandingan yang ditonton oleh VIKING atau BONEK maka akan terjadi kerusuhan. Hal-hal jelek dan bersifat mendiskreditkan itulah yang lebih sering diekspos oleh media massa nasional. Padahal tidak semua kegiatan atau kelakuan VIKING dan BONEK berujung pada kerusuhan. Dan tidak semua kerusuhan itu diakibatkan oleh mereka. Mereka hanyalah kaum tertindas yang selalu dipersalahkan karena dosa-dosa di masa lalu. Sangat jarang sekali (atau bahkan tidak pernah?) media massa nasional memberitakan kegiatan positif yang VIKING atau BONEK lakukan. Sangat jauh berbeda dengan pemberitaan media massa nasional tentang pendukung tim lain. Ketika terjadi kerusuhan yang melibatkan mereka hanya ditulis sedikit (atau bahkan tidak ditulis sama sekali?) dan ditutupi dengan kata-kata “oknum yang mengatasnamakan pendukung…”. What a bullshit! Sedangkan ketika melakukan kegiatan positif, media massa nasional langsung memberitakan secara besar-besaran, sebesar berita kerusuhan yang melibatkan VIKING atau BONEK. Bahkan saking terlalu seringnya pemberitaan yang memojokkan VIKING sebagai bobotoh PERSIB, bobotoh lain yang bukan anggota VIKINGpun menjadi antipati terhadap media massa nasional. Sampai ada jargon di kalangan bobotoh bahwa “PERSIB besar bukan karena pemberitaan media massa nasional, PERSIB besar karena bobotoh dan prestasi. PERSIB dan bobotoh tidak membutuhkan media massa nasional untuk menjadi besar. Media massa nasional-lah yang membutuhkan PERSIB untuk menjadi besar dan terkenal”.

Hal itulah yang mungkin menjadi salah satu penyebab munculnya perasaan senasib dan berkembang menjadi ikatan persaudaraan, selain tentunya kerusuhan di Jakarta dimana BONEK yang hendak mendukung PERSEBAYA di Senayan diserang oleh sepasukan organisasi masyarakat (?), yang tidak usah saya sebutkan disini karena semua juga sudah tau, dan kemudian diselamatkan oleh beberapa bobotoh (anggota VIKING) yang kebetulan sedang ada disana. Juga ketika PERSIB melawat ke Surabaya, dimana anggota VIKING yang mendukung PERSIB di sana dijamu sangat baik oleh BONEK. Demikian pula ketika PERSEBAYA yang bertanding di Bandung, giliran BONEK yang dijamu sangat baik oleh VIKING.

Indahnya persaudaraan diantara dua kubu suporter TERBESAR di Indonesia itu. Jadi saat ini BONEK bukan hanya berarti BONDO NEKAT, tapi bisa juga berarti BOBOTOH NEKAD.

Karena VIKING atau BONEK sama saja!

Liga Super

Wednesday, 28 April 2010 19:04

Tuntut Menang WO

Laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) antara Persik Kediri menjamu Persebaya Surabaya, Kamis (29/4) masih belum dapat kepastian jadi digelar atau tidak. Kendati PT Liga Indonesia (PT LI) dalam faksimil yang dikirim ke manajemen Persebaya (27/4) malam sudah menunjuk Stadion Mandala Kridha sebagai venue pengganti, tapi penunjukkan itu bisa berakhir sia-sia.

Penyebabnya, hingga pukul 16.30 WIB ijin pertandingan belum dikeluarkan oleh pihak keamanan dalam hal ini Polwiltabes Yogyakarta. Padahal, armada Green Force sudah ada di bumi Mataram sejak Selasa malam setelah sebelumnya berencana menuju ke Kediri.

“Kita sudah berada di Yogyakarta sejak Selasa. Jika memang tidak ada ijin keamanan dan pertandingan gagal digelar, kita tuntut PSSI memberi kemenangan WO (walk out) pada Persebaya. Kita akan menolak jika pertandingan ditunda,” kata manajer Saleh Ismail Mukadar petang tadi.

Pernyataan itu sekaligus untuk menjawab adanya skenario laga krusial itu dihelat akhir kompetisi. Sebab, tidak menutup kemungkinan PSSI campur tangan dalam penentuan keputusan itu. Sebab, Persebaya sudah berpengalaman dengan penundaan tersebut. Yang ujung-ujungnya merugikan persiapan tim secara teknis maupun non teknis.

Seperti penundaan pertandingan away lawan Persija dan Persitara yang mendapat kendala sama, tidak keluarnya ijin keamanan. “Pokoknya PSSI harus tegas,” tandasnya disinggung kemungkinan adanya skenario yang menggantung.

Tanda-tanda laga tersebut tidak jadi digelar sudah dirasakan Persebaya sejak Rabu pagi. Sesi coba lapangan yang seharusnya jadi hak setiap tim menurut asisten pelatih Ibnu Grahan belum diperoleh. Bahkan menjelang senja, panpel belum juga mengadakan manajer meeting. “Ibnu Grahan sudah telepon, tim belum dapat mencoba lapangan. Begitu juga dengan jadwal manajer meeting yang belum pasti,” kata asisten manajer Cholid Ghoromah.

Bagi kedua tim, laga kali ini memang sangat krusial. Hasil akhir bakal jadi titik balik nasib keduanya di ISL musim depan. Sama-sama berstatus tim papan bawah, otomatis keduanya butuh tambahan poin. Apalagi, di sisa laga terakhir peluang menambah poin sangat berat. Yakni 4 away beruntun.

Bahkan pelatih Persik Agus Yuwono harus berupaya keras membenahi psikologi pemain menyusul penetapan Stadion Mandala Krida sebagai tempat pertandingan ini secara mendadak. Awalnya, Persik sudah menyiapkan laga di Solo atau Sidoarjo, namun menemui kegagalan. Plus tidak tampilnya Saktiawan Sinaga akibat sanksi kartu merah.

Sedangkan Persebaya tidak akan diperkuat empat pemain pilarnya ketika dijamu Persik. Diantaranya Patricio 'Pato' Morales dan Djayusman Triasdi. Pelatih Rudy Keltjes mencoba bereksperimen dnegan menduetkan Andi Oddang dengan Andik Vermansyah. pfc

Selasa, 27 April 2010

Diuntungkan Tempat netral

Liga Super PDF Print E-mail
Written by Redaksi PersebayaFC.com
Tuesday, 27 April 2010 18:47

Diuntungkan Tempat netral

Ijin pertandingan Persik versus Persebaya akhirnya keluar juga. Stadion Mandala Krida Yogyakarta akhirnya direstui PT Liga Indonesia (PT LI) sebagai alternatif partai panas tersebut, Kamis (29/4).

“Tembusan surat dari PT LI sudah saya terima. Tapi kita tak akan terpengaruh main di mana saja siap. Fokus kita sekarang bagaimana mendapat poin untuk menjauhkan diri dari jurang degradasi,” kata pelatih Rudy Keeltjes sebelum berangkat ke Yogyakarta Selasa (27/4) siang di mess Persebaya.

Pantas saja Rudy berpendapat demikian. Persebaya yang kini masih tergolek di peringkat 13 klasemen sementara Indonesia Super Leaguee, sangat butuh tambahan poin. Dan secara materi pemain, lawan Persik berpeluang menggondol tambahan nilai dibanding 4 laga away lainnya.

Padahal, Persik juga sedang berupaya keras. Nasib Macan Putih, julukan tim besutan pelatih Agus Yuwono tersebut, tak lebih baik dari Persebaya. Posisi Persik di peringkat 15, zona play off, butuh kemenangan untuk mengamankan posisi. Dengan nilai 35, tambahan tiga poin sudah cukup untuk menggeser Persebaya kembali ke papan bawah.

“Karena itu, kita sangat bersyukur jika pertandingan digelar di tempat netral seperti di Yogyakarta. Setidaknya, peluang kita mencuri poin bertambah besar,” terang manajer Saleh Ismail Mukadar ditemui terpisah.

Dengan membawa 21 pemain, Persebaya berangkat ke bumi Mataram menggunakan transportasi bus. Dua pilar terpaksa ditinggal. Yakni Djayusman Triasdi dan bomber Chili, Patricio “Pato” Morales karena terkena akumulasi kartu kuning. Selain itu, dalam klausul kontrak, Persebaya memang tidak bisa menggunakan tenaga Pato jika melawan Persik. Status pinjaman membuat Rudy harus memaksimalkan tenaga Andi Odang, Andik Vermansyah, Korinus Fringkeuw di lini depan.

Sementara asisten pelatih Persebaya Ibnu Grahan menambahkan, tiga pemain yang baru pulih dari cedera, Taufik, John Tarkpor dan Wijay juga dibawa, dan kemungkinan besar bisa tampil. ”Ya, kita lihat dulu perkembangan kondisi mereka,”imbuhnya.

Sementara itu, kepastian Yogyakarta sebagai tempat pertandingan mengacu pada dua faktor yang disebut dalam faksimile PT LI ke Persebaya Senin malam. Selain faktor keamanan, di saat yang bersamaan, Kabupaten Kediri juga tengah menggelar Pemilihan Bupati.

Persik sendiri di laga nanti juga kehilangan Saktiawan Sinaga. Aktor penting lini depan macan Putih itu absen akibat hukuman kartu merah yang diterimanya saat menjamu Persitara Jakarta utara. Namun, pelatih Agus Yuwono masih optimistis kemenangan bakal menjadi hasil akhir timnya. Recovery yang cukup dan membaiknya striker muda Yongky Aribowo dinilainya jadi unsur penting dalam duel nanti. pfc

TENTANG NGANJUK

NGANJUK WIND CITY

Filed in Uncategorized 0 comments

Nganjuk

Kabupaten Nganjuk adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Nganjuk. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Jombang di timur, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kabupaten Madiun di barat.

Nganjuk dahulunya bernama Anjuk Ladang yang dalam bahasa Jawa Kuna berarti Tanah Kemenangan. Dibangun pada tahun 859 Caka atau 937 Masehi. Pada masa penjajahan Belanda, kabupaten ini disebut sebagai Kabupaten Berbek dengan Nganjuk sebagai ibu kotanya.

Selain itu Nganjuk juga dikenal dengan julukan Kota Angin.

Pembagian administratif

Nganjuk mempunyai 20 kecamatan dan 284 desa/kelurahan. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah:

Persenga Susul ke Divisi II

Persenga Susul ke Divisi II
BANGKALAN - Lengkap sudah dua tim yang promosi ke Divisi II dari grup F yang diadakan di Stadion Bangkalan. Setelah tuan rumah Perseba memastikan lolos, kemarin sore (27/12) giliran Persenga Nganjuk yang menyusul promosi ke Divisi II tahun depan.

Persenga pasti lolos setelah berhasil meraih satu poin saat ditahan imbang 0-0 oleh Protaba Bantul. Hasil imbang itu membuat tim besutan Asiar Gatut tersebut mengumpulkan poin tujuh dari tiga kali bermain. Walaupun mereka masih menyisakan sekali pertandingan, torehan poin tujuh tersebut sudah tidak mungkin terkejar tiga klub lainnya (lihat klasemen sementara).

"Target kami sejak awal memang lolos Divisi II. Akhirnya, semua ini tercapai berkat kerja sama semua elemen sepak bola Nganjuk," ujar Asiar saat ditemui koran ini setelah pertandingan usai.

Jalannya laga kemarin berlangsung dalam tempo lambat. Walaupun lebih menguasai pertandingan, pemain Persenga terlihat canggung dan terlalu berhati-hati. Para pemain seakan terbebani target meraih poin guna lolos ke Divisi II.

"Anak-anak memang tampil tidak seperti biasanya. Saya mengerti mereka sedang memikul beban berat untuk menang," tutur Asiar.

Beberapa peluang emas yang didapatkan Toni Iswanto dkk di depan gawang Protaba gagal dimanfaatkan menjadi gol. Bahkan, dalam 15 menit menjelang bubaran, Protaba yang tampil "kesetanan". Mereka terus mengurung pertahanan Nganjuk yang terlihat memilih bermain aman guna mencari satu poin. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Sutikno, skor 0-0 tetap bertahan.

Laga Kompetisi Divisi III babak II-B Wilayah Jawa di grup F masih menyisakan dua pertandingan. Sore nanti (28/12) dua tim yang sudah pasti tersingkir, yakni Persic Cilegon dan PSJS Jakarta Selatan, akan bertanding. Sedangkan di laga pamungkas (29/12), tuan rumah Perseba ditantang Persenga. Dua klub itu akan terlibat persaingan sengit untuk memburu pemuncak grup F. (ale/ed/jpnn/ko)

KABAR BERITA

Babak Akhir Divisi III Liga Indonesia

news_17.jpg

Tim-tim asal Jawa Timur menguasai kompetisi Divisi III PSSI menyusul keberhasilan Perseba Bangkalan dan Persinga Nganjuk meloloskan diri ke babak semifinal yang akan digelar pada 4 Maret mendatang di Stadion Bea & Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur.

Kesebelasan Perseba Bangkalan lolos ke semi final setelah memastikan diri menjadi juara grup A pada babak III yang dilangsungkan di Bangkalan, Madura, dengan menyisihkan PS Surabaya Muda, PS Kerinci (Jambi) dan PS Persal (Aceh Besar). Sementara itu, Persinga Nganjuk pada babak III itu menduduki posisi teratas dengan mengungguli PS PSID Jombang, PS Pidie Jaya (Aceh) dan PS Persisko Bongko (Jambi).

Pada babak semifinal yang hanya diikuti oleh juara-juara dari empat grup persaingan babak III, Perseba Bangkalan dan Persinga Nganjuk sudah ditunggu oleh PPU Penajam dari Kalimantan dan Persewar Waropen dari Papua Barat. Kesebelasan PPU Penajam menempati posisi teratas grup C, meski kedudukannya sempat diprotes oleh tiga tim lainnya pada babak III itu, yakni PS Mataram (NTB), PS PU Bontang dan PS Peresikobi Kota Bima (NTB), dari kemungkinan penggunaan pemain yang telah melampaui batasan usia.

Kepastian tetapnya tim PPU Penajam lolos ke semifinal baru diputuskan oleh Komisi Banding (Komding) PSSI, Senin (1/3). Di sisi lain, Persewar Waropen lolos ke semifinal setelah pada babak III menjuarai grup D dengan menyisihkan PS Sande Poliwali Mandar dari Sulawesi Barat, PSTK Selayar dari Sulsel, dan Persifa Fak Fak dari Papua.

Semifinal digelar dengan format juara grup A bertemu juara grup C, dan juara grup B bertarung dengan juara grup D. Pemenang dari babak semifinal kemudian bertarung kembali untuk memperebutkan gelar juara pada 6 Maret di tempat sama, didahului pertandingan penentuan peringkat 3-4 antara dua tim yang kalah di semifiinal.

Dengan lolosnya Perseba Bangkalan dan Persinga Nganjuk ke babak semifinal kompetisi Divisi III ini, sekaligus makin mengukuhkan dominasi tim-tim asal Jawa Timur pada gelaran kompetisi Liga Amatir 2009-2010 yang dikelola oleh Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) PSSI.

Tim-tim asal Jatim sebelumnya menguasai babak semifinal mau pun final kompetisi Piala Medco U-15, Piala Suratin U-18, kompetisi Divisi II U-23, serta kompetisi Diviis I dengan kriteria tak ada batasan usia pemain itu. Pada kompetisi Divisi III, maksimal usia pemain adalah 21 tahun.

Pada musim kompetisi 2009-2010 ini BLAI telah merampungkan persaingan liga remaja kelompok umur U-15 Piala Medco, U-18, Divisi I dan Divisi II. Untuk U-15 Piala Medco, gelar juara direbut oleh tim Jatim setelah mengalahkan Sumsel. Pada U-18, gelar juara juga direbut wakil dari Jatim, yakni Perseba Bangkalan, disusul Persema Malang, Persebaya Surabaya dan Persib Bandung.

Di Divisi II, gelar juara direbut tim Persikasi Kabupaten Bekasi, disusul Persewangi Banyuwangi, PB Bangka dan PS Gayoh Luwes. Pada Divisi I, empat tim peringkat terbaik adalah Persekam Metro Malang, Persemalra Maluku Tenggara, PSCS Cilacap dan Perseru Serui Papua. (adi)

Senin, 26 April 2010

KABAR BERITA

ISL PDF Print E-mail
Written by Redaksi PersebayaFC.com
Thursday, 22 April 2010 20:06
Jelang Persik vs Persebaya

Persebaya Protes Pemindahan Stadion

Rencana panitia pelaksana (Panpel) memindahkan laga usiran Persik lawan Persebaya (29/4) mendatang ke Stadion Maguwoharjo (Sleman) atau Stadion Manahan (Solo), sehingga mereka bisa mengusung suporter Persik untuk mendukung tim “Macan Putih”, diprotes oleh manajer Persebaya, Saleh Ismail Mukadar.

Pemindahan pertandingan ke Jogjakarta atau Solo dinilainya aksi berlebihan. “Mengapa harus dipindah ke Solo? Mengapa tidak dipindah ke salah satu wilayah di Jatim, misalnya Madiun,” sergah Saleh.

Panpel Persik sendiri memang tidak menginginkan laga lawan Persebaya dialihkan ke tempat lain. Selain butuh dukungan penuh untuk lolos dari jeratan degradasi, atmosfir pertandingan lawan Persebaya jelas memberi pemasukan besar bagi panpel. Kalau pun tetap dipindah, panpel menginginkan laga dilangsungkan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogyakarta. Di tempat itu Panpel akan bisa mengusung suporter Persik untuk mendukung tim kesayangannya berlaga.

Ketua Panpel Persik Bambang Sumaryono mengatakan, ada dua tempat yang diincar untuk menjadi lokasi pertandingan. Selain Stadion Maguwoharjo adalah Stadion Manahan Solo. Namun kedua stadion itu sedang menghadapi kendala teknis. “Stadion Manahan sedang direvovasi, sedangkan stadion di Sleman tidak memiliki lampu lapangan” kata Bambang.

Sebelumnya Kepolisian Resor Kota Kediri melarang pertandingan Persik – Persebaya digelar di Stadion Brawijaya Kediri akibat kerusuhan antara suporter Persik dengan suporter PSBI Blitar, Senin (19/4) di ajang Piala Indonesia.

Larangan tersebut mengundang kekecewaan sejumlah kalangan. Selain Panpel, pelatih Persik Agus Yuwono mengaku dirugikan secara mental karena tidak bisa melangsungkan pertandingan di kandang. “Ini merugikan mental pemain,” katanya.

Di sisi lain, pemindahan itu juga mencuatkan isu tak sedap. Yakni adanya keinginan beberapa pihak untuk menjerumuskan salah satu tim. Apalagi, secara historis hubungan suporter kedua tim juga tidak bermasalah. Bahkan di putaran pertama ISL lalu, Persik Mania disambut hangat pendukung Persebaya di Gelora 10 November kendati saat itu Persebaya kalah 0-1. pfc









Piala Indonesia PDF Print E-mail
Written by Redaksi PersebayaFC.com
Thursday, 22 April 2010 20:07

Sayang Dilepas

Dua tiket 16 besar bakal diperebutkan 4 tim Grup F di Piala Indonesia, Jumat (23/4). Tuan rumah, Persebaya punya peluang lebih besar dibanding tiga kontestan lainnya. Dengan syarat, di laga terakhir tersebut minimal mampu meraih satu poin untuk mengamankan posisi.

Tapi, sejak awal arsitek Rudy Keeltjes tidak mau ambil resiko dengan hanya targetkan seri. “Kami tidak mau ambil resiko. Pokoknya, kita akan kerja keras untuk meraih kemenangan,” ujarnya.

Karena itu, Rudy akan instruksikan pemainnya tidak lengah dan memanfaatkan kelebihan fighting spirit yang dimiliki Mat Halil dkk. Modalnya, darah muda yang sudah berani bertarung di dua laga sebelumnya. Seperti stoper Taufik Angga dan Sunaji. Sementara untuk lini depan, jalinan komunikasi duet Patricio Morales-Andi Oddang sangat disayangkan kalau disimpan.

”Di penyisihan grup ini juga menjadi ajang pematangan barisan penyerang. Meski lelah karena fisik terkuras, kemungkinan besar pilihan utama tetap pada Patricio dan Oddang,” beber suksesor Danurwindo tersebut.

Rudy mengakui, manajemen Persebaya memang tidak membebani target khusus dalam turnamen berhadiah total Rp 2 miliar ini. Fokus mereka tetap pada upaya menghindari zona degradasi di Liga Super Indonesia. Meski demikian Rudy tak ingin Persebaya hanya numpang lewat. “Selama masih berkostum Persebaya, saya akan berusaha yang terbaik untuk tim ini,” tegas mantan pelatih PSMS Medan ini..

Penyerang Persebaya harus bisa memanfaatkan kelemahan Persema yang pada laga nanti yang tidak diperkuat tiga pemain pilarnya. Striker muda, Jaya Teguh Angga harus menyusul absen akibat kartu merah. Begitu juga dengan stoper Park Chul Hyung yang menerima nasib serupa. Padahal, Aji Santoso pelatih Persema, sudah kehilangan Jairon Feliciano yang kemungkinan absen hingga akhir musim kompetisi reguler.

Sementara Aji Santoso, mengaku masih khawatir dengan kebugaran pasukannya. Seperti kondisi gelandang enerjik, M Kamri. Sebab, ia mengalami sedikit masalah saat tanding lawan Persipro. Tinggal dua nama pilihan untuk mengisi posisi depan, yakni Brima Pepito dan Harmoko. Brima sendiri tampaknya sulit diharapkan karena sampai sekarang belum bisa menunjukkan performa terbaiknya. ”Yang membuat kami kecewa, saat hadapi Persebaya nanti kita tidak tampil full team. Tapi yang jelas, pertandingan bakal ramai,” tuturnya.

Menurut Aji, Persema akan berupaya memenangi pertandingan terakhir tersebut. Pasalnya, setelah dikalahkan Persidafon 2 – 0 dan menang tipis 1-0 atas Persipro, posisi timnya untuk lolos masih terbuka. Dan, Aji sendiri tak ingin nasib timnya ditentukan oleh pertandingan lain antara Persidafon dan Persipro. "Kalau ingin lolos ya tak ada jalan lain selain menang," kata Aji.

Untuk menghindari main mata, rencananya kedua laga tersebut akan digelar bersamaan. Persebaya vs Persema berlangsung di Surabaya, adapun Persidafon melawan Persipro di Gelora Delta Sidoarjo. Sebab, keempat tim memiliki peluang yang sama untuk lolos ke 16 besar. pfc

Head to Head

17-02-2010 Liga Super Persema vs Persebaya 3 - 1

21-01-2010 Liga Super Persebaya vs Persema 1 – 0

26-05-2009 Divisi Utama Persema vs Persebaya 3 - 1

16-04-2009 Divisi Utama Persema vs Persebaya 1 - 0

23-08-2008 Divisi UtamaPersebaya vs Persema 6 - 1

29-05-2007 Copa Persema vsPersebaya 0 - 0

22-05-2007 Copa Persebaya vs Persema 1 - 0

23-07-2005 Divisi Utama Persebaya vs Persema 2 - 1

20-07-2005 Copa Persebaya vs Persema 1 – 0

17-07-2005 Copa Persema vs Persebaya 0 - 0



Forum Dunia Maya Bonek Surabaya PDF Print E-mail
Written by Redaksi PersebayaFC.com
Tuesday, 28 April 2009 12:02

Istilah Bonek, akronim bahasa Jawa dari Bondho Nekat (modal nekat), biasanya ditujukan kepada sekelompok pendukung atau suporter kesebelasan Persebaya Surabaya, walaupun ada nama kelompok resmi pendukung kesebelasan ini yaitu Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Di persepak bolaan Indonesia, bonek banyak digambarkan sebagai pendukung yang sering membuat kerusuhan, dari mulai tidak membayar tiket kereta api, sampai bentrok dengan aparat keamanan dan pendukung kesebelasan lawan.

Istilah bonek pertama kali dimunculkan oleh Harian Pagi Jawa Pos tahun 1989,untuk menggambarkan fenomena suporter Persebaya yang berbondong-bondong ke Jakarta dalam jumlah besar. Secara tradisional, Bonek adalah suporter pertama di Indonesia yang mentradisikan away supporters (pendukung sepak bola yang mengiringi tim pujannya bertandang ke kota lain) seperti di Eropa.[rujukan?] Dalam perkembangannya, ternyata away supporters juga diiringi aksi perkelahian dengan suporter tim lawan. Tidak ada yang tahu asal-usul, Bonek menjadi radikal dan anarkis. Jika mengacu tahun 1988, saat 25 ribu Bonek berangkat dari Surabaya ke Jakarta untuk menonton final Persebaya - Persija, tidak ada kerusuhan apapun.

Secara tradisional, Bonek memiliki lawan-lawan, sebagaimana layaknya suporter di luar negeri. Saat era perserikatan, lawan tradisional Bonek adalah suporter PSIS Semarang dan Bobotoh Bandung. Di era Liga Indonesia, lawan tradisional itu adalah Aremania Malang, The Jak suporter Persija, dan Macz Man fans PSM Makassar. Di era Ligina, Bonek justru bisa berdamai dengan Bobotoh Persib Bandung dan Suporter PSIS Semarang.

TENTANG PERSEBAYA


Profile Club



NAMA TEAM : PERSEBAYA
JULUKAN : BAJUL IJO
TANGGAL BERDIRI : 01-01-1927
ALAMAT : JL,KARANGGAYAM NO1,SURABAYA
NAMA KOTA : SURABAYA
TELEPHONE : 031-5032250
STADIUM : Gelora 10 November
SUPPORTER : GRIN POS


THE SQUAD




NP NAMA PEMAIN TANGGAL LAHIR NEGARA
2 MAT HALIL 03-07-1979 Indonesia
3 ANDIK VERMANSYAH 23-11-1991 Indonesia
4 NUGROHO MARDIYANTO 15-03-1984 Indonesia
5 TAKATOSHI UCHIDA 20-01-1982 Jepang
6 M. SOFY HERMAWAN 17-11-1987 Indonesia
7 JOHN TARKPOR SONKALIEY 16-10-1986 Liberia
8 CLAUDE PARFAIT NGON A DJAM 24-01-1980 Kamerun
9 LUCKY WAHYU DWI PERMANA 01-04-1990 Indonesia
10 M.ERFAN HIDAYATULLAH 30-04-1984 Indonesia
11 TAUFIQ 29-11-1986 Indonesia
14 KORINUS FINKREUW 14-02-1983 Indonesia
15 ANANG MA�RUF 28-05-1976 Indonesia
16 SATRIO SYAM 01-10-1986 Indonesia
17 ARIF ARIYANTO 17-06-1985 Indonesia
21 SUPRIYONO 10-08-1981 Indonesia
23 TAUFIK ANGGA YANUARSO 23-01-1987 Indonesia
24 DENY MARSEL 24-02-1983 Indonesia
25 SUNAJI 25-04-1990 Indonesia
26 DJAYUSMAN TRIASDI 22-08-1987 Indonesia
28 ENDRA PRASETYA 01-05-1981 Indonesia
29 WIJAY 29-12-1982 Indonesia
30 ANDERSON DA SILVA 12-05-1975 Brazil
31 PATRICIO ELISEO MORALES GAETE 13-09-1977 Chili
32 JEON BYUK EUK 19-08-1987 Korea Selatan
33 JUAN MARCELO CIRELLI 02-04-1984 Argentina
77 WIMBA SUTAN FENOSA 27-01-1987 Indonesia
78 ANDI ODDANG 16-09-1977 Indonesia

JADWAL PERTANDINGAN PERSEBAYA

JADWAL PERTANDINGAN DJARUM ISL 2009

TANGGAL NP HOME AWAY STADIUM JAM LIVE

14-10-2009 8 PERSEBAYA BONTANG FC Gelora 10 November 1530


18-10-2009 17 PERSEBAYA PERSISAM Gelora 10 November 1900 ANTV

11-11-2009 21 PERSITARA PERSEBAYA Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro 1900 ANTV

10-01-2010 28 PELITA JAYA PERSEBAYA Singaperbangsa 1530 ANTV

07-11-2009 40 PSPS PERSEBAYA Kaharuddin Nasution, Rumbai 1530 ANTV

15-11-2009 43 PERSEBAYA PERSIWA Gelora 10 November 1900 ANTV

22-11-2009 49 PERSEBAYA PERSIPURA Gelora 10 November 1900 ANTV

29-11-2009 56 PERSIJA PERSEBAYA Utama Gelora Bung Karno 1530 ANTV

13-12-2009 87 PERSEBAYA PSM Gelora 10 November 1900 ANTV

16-12-2009 95 PERSEBAYA PERSIBA BALIKPAPAN Gelora 10 November 1530 ANTV

19-12-2009 97 PERSEBAYA PERSIK Gelora 10 November 1530 ANTV

30-12-2009 109 PERSIJAP PERSEBAYA Gelora Bumi Kartini 1530 ANTV

03-01-2010 112 PERSELA PERSEBAYA Surajaya 1900 ANTV

16-01-2010 124 PERSEBAYA AREMA Gelora 10 November 1530 ANTV

20-01-2010 133 PERSEBAYA PERSEMA Gelora 10 November 1530


23-01-2010 139 PERSIB PERSEBAYA Si Jalak Harupat, Soreang 1900 ANTV

26-01-2010 146 SRIWIJAYA FC PERSEBAYA Gelora Sriwijaya, Jakabaring 1900


10-02-2010 161 PERSEBAYA SRIWIJAYA FC Gelora 10 November 1530 ANTV

14-02-2010 170 PERSEBAYA PERSIB Gelora 10 November 1900 ANTV

17-02-2010 174 PERSEMA PERSEBAYA Gajayana 1530 ANTV

21-02-2010 181 AREMA PERSEBAYA Kanjuruhan 1900 ANTV

24-02-2010 185 PERSEBAYA PERSIJAP Gelora 10 November 1530 ANTV

14-03-2010 205 PSM PERSEBAYA Andi Mattalatta, Mattoangin 1930


17-03-2010 208 PERSIBA BALIKPAPAN PERSEBAYA Persiba, Komplek Pertamina Parikesit 1600


21-03-2010 218 PERSEBAYA PERSELA Gelora 10 November 1530 ANTV

31-03-2010 232 PERSEBAYA PSPS Gelora 10 November 1530


03-04-2010 238 PERSEBAYA PERSIJA Gelora 10 November 1530 ANTV

11-04-2010 252 PERSEBAYA PELITA JAYA Gelora 10 November 1530 ANTV

14-04-2010 257 PERSEBAYA PERSITARA Gelora 10 November 1530 ANTV

29-04-2010 268 PERSIK PERSEBAYA Brawijaya



16-05-2010 280 PERSIPURA PERSEBAYA Mandala



19-05-2010 283 PERSIWA PERSEBAYA Pendidikan



26-05-2010 292 PERSISAM PERSEBAYA Segiri Samarinda



30-05-2010 301 BONTANG FC PERSEBAYA Mulawarman, Komplek Pupuk Kaltim

KLASEMEN ISL 2009/2010

No Klub P W D L GD PTS
1 AREMA 29 19 3 7 44-18 60
2 PERSIPURA 29 15 11 3 56-29 56
3 PERSIBA BALIKPAPAN 31 14 8 9 38-25 50
4 PERSIB 27 13 4 10 41-30 43
5 PERSIWA 29 13 4 12 52-48 43
6 PSM 30 12 7 11 31-37 43
7 PSPS 28 12 5 11 34-29 41
8 SRIWIJAYA FC 28 12 5 11 36-39 41
9 PERSEMA 30 12 5 13 40-48 41
10 PERSIJA 28 10 10 8 31-26 40
11 PERSELA 28 11 5 12 33-38 38
12 PERSIJAP 29 10 7 12 34-39 37
13 PERSEBAYA 29 10 6 13 39-44 36
14 BONTANG FC 29 9 8 12 41-46 35
15 PERSIK 29 9 8 12 37-48 35
16 PERSISAM 29 9 7 13 30-37 34
17 PELITA JAYA 30 6 9 15 30-47 27
18 PERSITARA 30 6 6 18 32-51 24

GAMBAR













area anti pasopati jancookkkkkk























BONEK--SUPERMANIA SATU HATI